Kamis, 08 Desember 2016

Pembelajaran Literasi Siswa Reguler



Pengertian Literasi:



Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang (menyimak, berbicara, membaca,

dan menulis) untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda sesuai dengan

tujuannya. Sulzby (1986) mengartikan literasi secara sempit, yaitu literasi sebagai

kemampuan membaca dan menulis. Hal ini sejalan dengan pendapat Grabe & Kaplan

(1992) dan Graff (2006) yang mengartikan literacy sebagai kemampuan untuk

membaca dan menulis (able to read and write).

Mengapa literasi Penting?

Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks lisan, tulisan, maupun gambar/visual. Kemampuan literasi (membaca dan menulis) di kelas awal berperan penting dalam menentukan keberhasilan

belajar siswa. Di tingkat ini, pembelajaran membaca dan menulis perlu diperkenalkan. Kedua keterampilan tersebut tidak berkembang dengan sendirinya, tetapi perlu diajarkan. Jika pembelajaran literasi (membaca dan menulis) di kelas awal tidak kuat, maka pada tahap

membaca dan menulis lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca dan menulis yang memadai. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kemampuan membaca dan menulis sangat diperlukan oleh setiap orang yang ingin memperluas pengetahuan dan pengalaman, mempertinggi daya pikir, mempertajam penalaran, untuk mencapai kemajuan dan peningkatan diri. Persamaan kemampuan membaca dan menulis adalah sama-sama sebagai kemampuan berbahasa tulis. Dalam proses pembelajarannya, kedua kemampuan tersebut dapat dipadukan. Kemampuan membaca dan menulis sebagai kemampuan dasar dalam belajar karena hampir semua kemampuan untuk memperoleh informasi dalam belajar bergantung pada kemampuan tersebut. Zuchdi dan Budiasih (2001: 57) mengungkapkan bahwa kemampuan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasar kemampuan berikutnya, kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru. Membaca permulaan merupakan pondasi bagi pengajaran selanjutnya. Sebagai pondasi, keterampilan membaca tersebut haruslah kuat dan kokoh. Oleh karena itu, kegiatan membaca permulaan harus dilayani dan dilaksanakan secara serius dan sungguh-sungguh. Kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan dalam melatih dan membimbing serta mengarahkan siswa demi tercapainya tujuan yang diharapkan.



Kompetensi dalam Literasi

Saat siswa mulai masuk ke kelas satu, banyak di antaranya yang sudah bisa ’membaca’

lambang, misalnya membaca anak panah, logo dari suatu produk makanan atau minuman, dan sudah mengenal tulisan dari nama mereka. Akan tetapi, banyak juga di antara siswa yang sudah bisa menyebutkan huruf atau membaca kata (selain namanya sendiri). Pengalaman pemerolehan bahasa ini akan membantu siswa saat mendapatkan pembelajaran literasi di tingkat berikutnya.

Kompetensi literasi di setiap tingkat memiliki perbedaan. Berikut adalah kompetensi

literasi yang direkomendasikan untuk diberikan di kelas awal menurut The University

of The Sate of New York. Pengajaran membaca permulaan lebih ditekankan pada pengembangan kemampuan dasar membaca. Siswa dituntut untuk dapat menyuarakan huruf, suku kata, kata, dan kalimat yang disajikan dalam bentuk tulisan ke dalam bentuk lisan (Akhadiah, dkk.)

1993: 11).

Membaca

·         Mengenal bunyi huruf

·         Membaca kata dengan menghubungkan bunyi huruf

·         Mengenal konsep tulisan

·         Membaca lancar

·         Mengembangkan kosakata

·         Strategi membaca pemahaman

·         Motivasi dalam membaca

Menulis

·         Mengeja

·         Handwriting

·         Menulis kreatif

·         Motivasi untuk menulis







Menyimak

·         Menyimak teks yang dibacakan

·         Menyimak untuk kebutuhan

·         yang berbeda

·         Menyimak sebagai sikap

·         menghormati

Berbicara

·         Berbicara untuk kebutuhan yang berbeda

·         Menggunakan kaidah bahasa yang tepat

·         Menggunakan jenis bahasa yang bervariasi (formal, informal)

·         Berbicara dengan ekspresi yang sesuai

·         Bergiliran saat berbicara di kelompok

·         Memberi respon yang sesuai

Membaca permulaan merupakan aktivitas untuk mengenalkan rangkaian huruf dengan

bunyi-bunyi bahasa. Membaca permulaan yang biasanya dipelajari di kelas 1 mempunyai tujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:

·         mengenali lambang-lambang (simbol-simbol bahasa),

·         mengenali kata dan kalimat,

·         menemukan ide pokok dan kata-kata kunci, dan

·         memahami makna suatu bacaan.

Zuchdi dan Budiasih (1996:62) mengungkapkan bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa tulis yang bersifat produktif. Artinya, keterampilan menulis merupakan keterampilan yang menghasilkan (dalam hal ini menghasilkan tulisan). Pembelajaran menulis mencakup kegiatan menulis, mengeja, dan mengarang. Di samping itu, ada aspek yang merupakan dasar, yaitu kesiapan menulis. Abbas (2006:126) mengungkapkan bahwa dalam periode kesiapan belajar membaca dan menulis, siswa belajar untuk dapat memahami bahwa: Selain pemahaman di atas, siswa harus tahu bahwa menulis itu adalah kegiatan mewujudkan kata-kata dalam rangkaian huruf-huruf pada halaman buku atau papan tulis.

·         tulisan dalam buku disusun dari kiri ke kanan (dalam sistem tulisan latin);

·         bahasa itu terdiri dari kata-kata;

·         kata-kata itu terdiri dari bunyi-bunyi;

·         bunyi-bunyi itu digambar dengan huruf;

·         setiap huruf ada namanya; dan

·         jumlah huruf itu terbatas;

Pembelajaran membaca menulis permulaan diberikan kepada siswa kelas I sekolah

dasar/madrasah ibtidaiyah. Tujuan utama dari pembelajaran membaca menulis permulaan adalah agar siswa dapat mengenal tulisan sebagai lambang atau simbol bahasa, sehingga siswa dapat menyuarakan tulisan tersebut. Dengan demikian, tekanan utama dari kegiatan tersebut adalah membaca atau menyuarakan tulisan atau simbol, serta membuat atau menghasilkan tulisan, meskipun makna dari yang dibaca tidak dapat diabaikan, bahkan juga merupakan tekanan. Tulisan yang akan dibaca atau disuarakan serta dibuat haruslah tetap bermakna. Hal ini perlu ditekankan karena pemahaman terhadap suatu makna mempermudah pengenalan huruf. Kemudian, secara berangsur-angsur, siswa diharapkan dapat menangkap makna yang dibaca serta menuliskan ide atau makna yang ingin disampaikan. Selain tujuan tersebut, pembentukan sikap positif dalam membaca dan menulis serta kebiasaan rapi dan

bersih dalam menulis juga perlu diperhatikan.



Perkembangan Literasi Kelas Awal (Membaca dan Menulis)

Tahap
Membaca
Menulis
Emergent
o   Memperhatikan lingkungan kelas yang kaya akan bahan cetakan.
o   Menunjukkan minat pada buku.
o   Mencoba untuk membaca.
o   Menggunakan media gambar dan menyimpulkan pola-pola
yang dapat diprediksi dari buku untuk menceritakan kembali cerita.
o   Membaca ulang teks yang familiar dengan pola-pola yang dapat diprediksi.
o   Mengidentifikasi berbagai
tulisan tentang nama nama.
o   Mengenali 5-20 kata-kata yang familiar atau yang sering muncul dalam bacaan.
o   Membedakan tulisan dengan gambar.
o   Menulis huruf, seperti bentuk-bentuk ’tulisan cakar ayam’.
o   Mengembangkan pemahaman.
o   Menunjukkan perhatian pada tulisan.
o   Menulis huruf pertama dan huruf akhir.
o   Menulis 5-20 kata-kata yang familier atau sering muncul.
o   Menggunakan kerangka kalimat untuk menulis kalimat.
Pemula
o   Mengidentifikasi nama-nama huruf dan bunyinya.
o   Memasangkan kata-kata yang diucapkan pada tulisan.
o   Menyamakan tulisan dengan bacaan.
o   Menggunakan bunyi awal, pertengahan, dan akhir dari suatu kata untuk membaca.
o   Memadukan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami bacaan.
o   Mengoreksi sendiri .
o   Membaca tahap demi tahap.
o   Membaca ulang dengan nyaring.
o   Menjelaskan inti bacaan.
o   Membuat prediksi.
o   Menulis dari kiri ke kanan.
o   Dapat menulis sedikit atau banyak tulisan.
o   Menulis satu atau lebih kalimat.
o   Menambahkan judul.
o   Dapat mengeja banyak kata.
o   Menulis suku kata
o   Membiasakan penulisan huruf besar pada awal kalimat.
o   Mengulang ucapan saat menulis.
Lancar
o   Dapat mengidentifikasi arti kata.
o   Membaca dengan ekspresi.
o   Membaca dengan jarak 100 kata per menit atau lebih.
o   Membaca dalam hati.
o   Mengidentifikasi kata-kata yang tidak familiar (asing).
o   Membiasakan menulis sampai akhir
o   Menulis karangan dengan lebih dari satu paragraf
o   Menerapkan aturanpenggunaan huruf kapital
o   Dapat mengeja banyak kata
o   Menulis suku kata
o   Membiasakan penulisan huruf kapital pada awal kalimat
·         Mengulang ucapan saat menulis










Daftar Pustaka:
·         Abbas, Saleh. 2006. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif di Sekolah Dasar.
Jakarta: Depdiknas.
·         Diambil dari Jurnal  pembeljaran Literasi Awal SD/MI di LPTK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar